Custom Search

Jumat, 19 Agustus 2011

Jelang Ramadan, Warga Larut dalam Tradisi Megengan

Jumat, 19 Agustus 2011
Surabaya - Memasuki bulan puasa Ramadan, masyarakat Jawa memiliki Tradisi Megengan yang dijalankan setiap setahun sekali. Selain untuk mendoakan arwah leluhur, sekaligus juga untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Beberapa Tempat Pemakaman Umum dan Taman Makam Pahlawan di Surabaya, Minggu (31/7/2011) sore disesaki peziarah.

Tradisi 'Megengan' atau dalam bahasa Jawa disebut 'Nyekar' biasanya dilakukan warga saat-saat mendekati Puasa Ramadan. Ribuan peziarah silih berganti, berdatangan untuk mengirim doa agar jenazah keluarga dan kerabatnya dapat diterima dan diampuni dosanya serta diterima di sisi Tuhan YME. Alhasil, kepadatan lalulintas di sekitar lokasi TPU dan TMP menjadi padat dan sempat terjadi antrian kendaraan parkir.

Menurut pantauan detiksurabaya.com, kepadatan lalin terjadi di beberapa titik jalan raya di sekitar makam Islam Jetis Wetan, Jalan Jetis, TPU Ngagel, dan TMP Jalan Mayjend Sungkono. Masing-masing lokasi setidaknya terlihat antrean kendaraan yang mau parkir masuk dan keluar lokasi. Namun, para peziarah terlihat teratur keluar masuk makam.

"Berkunjung atau ziarah ke makam orang tua ini sebagai bakti anak dan cucu keturunan. Sebab ada ungkapan, amal yang tidak terputus walaupun sudah meninggal adalah doa anak kepada orang tuanya," kata Erni, salah satu peziarah di Taman Pemakaman Umum Ngagel saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Minggu (31/7/2011).

Meskipun harus berlama-lama mencari tempat parkir yang aman, lanjutnya, ia dan keluarganya mengaku sabar. Karena ia pun maklum momen seperti ini juga dilakukan masyarakat lain.

Di lokasi tersebut juga terdapat banyak rombongan peziarah dari luar kota. Mereka sengaja mengunjungi makam kerabatnya untuk memperbaiki makam. Mulai dari membenahi tembok 'Kijingan' makam yang terlihat retak hingga memperbaiki pagar makam yang telah karatan.

"Rumah kita saja butuh dibersihkan, makam pun juga wajib dibenahi dan diperbaiki supaya terlihat terawat seperti rumah," ujarnya.

Masyarakat Jawa masih mempercayai doa-doa yang dikirimkan saat Tradisi 'Megengan' atau 'Nyekar' akan dikabulkan Tuhan YME. Doa-doa yang dipanjatkan yakni doa untuk nenek moyang yang telah meninggal dan bagi keselamatan anak dan keturunan selanjutnya hidup di dunia dan akhirat.

Norma Anggara - detikRamadan

Untuk pemesanan PRODUK CNI segera hubungi:
AGEN RESMI PRODUK CNI

Jl. Teratai RT 10, RW 04, Bligo, Candi, Sidoarjo, JAWA TIMUR 61271, Telp. 031-70520708, 031-8068858, HP. 08155064444, 085731997300 Untuk pesan Produk bisa Transfer ke BCA No. Rek: 018.33.222.38 Atas nama: ANDY SUBANDONO (kami SIAP melayani pengiriman seluruh wilayah Indonesia dengan ditambah ongkos kirim)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Daftar Isi Artikel CNI Online

 
CNI Online © 2008. Design by Pocket